Seringkali dalam pembuatan
program yang berukuran besar, program tersebut dapat dipecah menjadi beberapa
subprogram/modul yang lebih kecil. Tiap modul dapat dipasangkan ke program lain
yang membutuhkannya. Jenis modul program ada dua macam, yaitu Prosedur dan
Fungsi.
A.
Prosedur
Prosedur
adalah modul program yang mengerjakan aktivitas yang spesifik dan hasilnya
diperoleh dengan membandingkan keadaan awal dan keadaan akhir pada pelaksanaan
sebuah prosedur. Sehingga pada setiap prosedur keadaan awal harus
didefinisikan sebelum rangkaian instruksi di dalam prosedur dilaksanakan dan keadaan
akhir yang diharapkan setelah rangkaian instruksi dilaksanakan.
Struktur prosedur terdiri dari
tiga bagian (Gambar 4.1), yaitu:
o Judul
o Deklarasi
o Deskripsi/Badan Prosedur
Cara
memanggil prosedur
NAMA_PROSEDUR,
Ketika NAMA_PROSEDUR dipanggil, kendali program berpindah secara otomatis ke
prosedur tersebut. Instruksi di dalam badan prosedur dilaksanakan. Setelah
semua instruksi selesai dilaksanakan, kendali program berpindah secara otomatis
ke instruksi sesudah pemanggilan prosedur.
Kebanyakan
program memerlukan pertukaran informasi antara prosedur (atau fungsi) dan titik
dimana ia dipanggil. Penggunaan parameter menawarkan mekanisme penukaran
informasi tersebut. Tiap item data ditransfer antara parameter aktual dan
parameter formal yang bersesuaian. Parameter aktual adalah parameter
yang disertakan ketika pemanggilan, sedangkan paramater formal adalah parameter
yang dideklarasikan di bagian header prosedur itu sendiri. Ketika
prosedur dipanggil, parameter aktual menggantikan parameter formal.
Berdasarkan
maksud penggunaannya, terdapat tiga jenis parameter formal yang disertakan di
dalam prosedur, yaitu:
§ Prosedur dengan Parameter Masukan
Parameter
masukan adalah parameter yang nilainya berlaku sebagai masukan untuk prosedur.
Pada parameter masukan, nilai parameter aktual diisikan ke dalam parameter
formal yang bersesuaian. Nilai ini digunakan di dalam badan prosedur yang
bersangkutan. Nilai yang dinyatakan oleh parameter masukan tidak dapat dikirim
dalam arah sebaliknya. Itulah alasan mengapa parameter jenis ini diacu sebagai
parameter masukan. Perubahan nilai parameter di dalam badan prosedur tidak mengubah
nilai parameter aktual. Karena yang dipentingkan adalah nilainya, maka nama
parameter aktual boleh berbeda dengan nama parameter formal yang bersesuaian.
Struktur Bahasa
Pascal untuk prosedur dengan parameter masukan ditunjukkan oleh keterangan
dibawah ini :
Cara memanggil prosedur:
NAMA_PROSEDUR(parameter_aktual);
§ Prosedur dengan
Parameter Masukan/Keluaran
Parameter masukan/keluaran
adalah parameter yang berfungsi sebagai masukan sekaligus keluaran bagi
prosedur tersebut. Bila prosedur yang mengandung parameter keluaran dipanggil,
nama parameter aktual di dalam program pemanggil menggantikan nama parameter
formal yang bersesuaian di dalam prosedur. Jadi, nama parameter aktual akan
digunakan selama pelaksanaan prosedur. Akibat penggunaan parameter
masukan/keluaran, bila parameter actual diubah nilainya di dalam badan
prosedur, maka sesudah pemanggilan prosedur nilai parameter aktual di titik
pemanggilan juga berubah. Ini berbeda dengan parameter masukan, yang dalam hal
ini meskipun nilai parameter aktual di dalam badan prosedur diubah, nilai
parameter aktual tersebut tidak berubah di titik pemanggilan.
Struktur Bahasa
Pascal untuk prosedur dengan parameter masukan/keluaran ditunjukkan oleh
keterangan dibawah ini.
Cara memanggil
prosedur: NAMA_PROSEDUR(parameter_aktual);
B.
Fungsi
Fungsi
juga merupakan modul program yang mempunyai tujuan spesifik. Fungsi
memberikan/mengembalikan (return) sebuah nilai dan tipe tertentu (tipe
dasar atau tipe bentukan). Fungsi diakses dengan memanggil namanya. Selain itu,
fungsi juga dapat mengandung daftar parameter formal. Parameter pada fungsi
selalu merupakan parameter masukan. Jenis parameter masukan pada fungsi
disebabkan oleh kenyataan bahwa parameter pada fungsi merupakan masukan yang
digunakan oleh fungsi tersebut untuk menghasilkan nilai.
Struktur Bahasa
Pascal untuk fungsi ditunjukkan oleh Gambar 4.2.
C.
Variabel
Global dan Lokal
Variabel-variabel
yang dideklarasikan di dalam bagian Deklarasi Prosedur ataupun Fungsi bersifat
“lokal” dan hanya dapat digunakan di dalam Prosedur/Fungsi yang melingkupinya
saja. Sedangkan variabel-variabel yang dideklarasikan di dalam program utama
bersifat “global” dan dapat digunakan di bagian manapun di dalam program, baik
di dalam program utama maupun di dalam Prosedur/Fungsi
ada contoh programnya ga bro?
BalasHapus