Pada umumnya satu permasalahan yang
komplek memerlukan suatu penyelesaian kondisi. Dengan menyeleksi suatu kondisi,
maka selanjutnya dapat ditentukan tindakan apa yang harus dilakukan, tergantung
pada hasil kondisi penyeleksian. Jadi suatu aksi hanya dikerjakan apabila
persyaratan atau kondisi tertentu terpenuhi.
a.
Penyeleksian Satu Kasus :
Pada penyeleksian satu kasus, kondisi akan diseleksi oleh statemen if , dengan pengkondisian dimasukkan kedalam "( kondisi )" setelah deklarasi if. Bila kondisi bernilai benar (true), maka aksi didalam tanda kurung kurawal {} akan diproses. Bila kondisi bernilai salah (false), maka tidak ada aksi yang akan dikerjakan. Tanda kurung kurawal {}, berfungsi untuk memasukkan aksi yang harus dilakukan.
Gambar 2.1. Diagram
Alir Struktur Penyeleksian Satu Kasus
b. Penyeleksian Dua Kasus, menggunakan struktur IF-ELSE:
Dalam
struktur IF-ELSE, aksi1 akan dilaksanakan jika kondisi bernilai
benar (true), dan jika kondisi bernilai salah (false) maka
aksi2 yang akan dilaksanakan. Statemen else menyatakan ingkaran (negation)
dari kondisi.
Gambar diagram alir penyelesaian dua kasus untuk struktur IF-ELSE ditunjukkan dalam Gambar 2.3 dan struktur penulisan dalam bahasa C dapat dilihat dari Gambar 2.4.
c. Penyeleksian Tiga Kasus atau Lebih
(Penyeleksian Tersarang)
Untuk
penyeleksian tiga kasus atau lebih juga menggunakan struktur IF-ELSE IF-ELSE
sebagaimana halnya permasalahan dua kasus.Gambar diagram alir penyelesaian tiga kasus untuk
struktur IF-ELSE IF-ELSE ditunjukkan dalam Gambar 2.5 dan struktur penulisan
dalam bahasa C dapat dilihat dari Gambar 2.6.
d. Struktur CASE.
Struktur ini
dapat digunakan untuk menganalisa penyeleksian dua kasus atau lebih dan
bentuknya adalah lebih sederhana daripada struktur IF -ELSE yang memiliki
bentuk bertingkat-tingkat. Gambar 2.7 memperlihatkan Struktur CASE.
Kondisi1, kondisi2, … kondisiN dapat
bernilai benar atau salah. Tiap kondisi diperiksa nilai kebenarannya
mulai dari kondisi pertama sampai ditemukan kondisi yang benar.
Jika kondisi ke-k benar, maka aksi ke-k dilaksanakan,
selanjutnya keluar dari struktur CASE. Aksi yang dipasangkan dengan kondisi
ke-k dapat lebih dari satu, karena itu ia berupa runtunan. Jika
tidak ada satupun kondisi yang benar, maka aksi sesudah otherwise
(optional) dikerjakan.
nah itulah struktur if dan case di pascal semoga bermanfaat





0 komentar:
Posting Komentar